Monday, October 29, 2012

Macam - Macam Pondasi Bangunan



Macam macam pondasi bangunan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu pondasi dangkal dan dalam, masing-masing kelompok tersebut terdapat berbagai tipe pondasi yang dapat dipilih sebagai tempat dudukan bangunan, berikut ini jenis pondasi berdasarkan kedalamnya

Pondasi dangkal
digunakan pada bangunan yang tidak terlalu berat seperti rumah tinggal, pos ronda, toko dan sejenisnya. yang termasuk macam pondasi dangkal yaitu
  • pondasi batu kali merupakan sekumpulan batu alam yang ditata dengan bentuk dan ukuran tertentu menggunakan bahan pengikat adukan.
  • pondasi foot plat dibuat dari bahan beton bertulang.
  • pondasi cakar ayam hampir sama dengan foot plat namun terdapat penambahan perkuatan dibawahnya.
  • pondasi umpak dari beton
  • pondasi rollag terbuat dari pasangan batu bata dan bahan pengikat campuran adukan pasir semen serta air. dengan perbandingan campuran tertentu

Pondasi dalam
digunakan pada bangunan yang membutuhkan perkuatan pondasi besar seperti gedung bertingkat tinggi, jembatan bentang lebar dan bangunan sejenis lainya, yang termasuk macam-macam pondasi dalam adalah
  • pondasi tiang pancang yang terbuat dari beton precast berbentuk penampang lingkaran, segitiga atau persegi dengan panjang tiang pancang perbuah berkisar antara 10 m sampai 30 m. pembuatan pondasi tiang pancang di pabrik kemudian dikirim ke lokasi pembangunan untuk dilakukan pekerjaan pemancangan dengan cara menancapkanya ke tanah bumi.
  • pondasi bore pile hampir sama dengan tiang pancang namun pondasi bore pile dibuat ditempat dengan cara melakukan pengeboran tanah kemudian memasukan besi tulangan diakhiri dengan pengecoran beton.

Masing-masing jenis pondasi tersebut membutuhkan perhitungan kekuatan struktur pondasi sehingga dapat ditentukan dimensi yang kuat dan efisien untuk digunakan, pada pondasi dalam memerlukan pengujian tanah seperti tes sondir untuk mengetahui letak kedalaman lapisan tanah dangkal sebagai dasar meletakan pondasi. sedangkan pada`pondasi dangkal diperlukan perbaikan tanah terlebih dahulu apabila kondisi tanah yang akan dibangun rumah terlalu lunak. dengan memilih tipe yang tepat diantara macam-macam pondasi bangunan diharapkan dapat menghemat biaya pembangunan serta menghindari kerusakan bangunan akibat pondasi tidak cukup kuat menahan beban bangunan.

Tuesday, October 2, 2012

Cara Membaca Gambar Bangunan



Cara membaca gambar bangunan seperti halnya memahami tulisan-tulisan, bedanya adalah pada desain bangunan kita lihat berupa coretan grafis bentuk bangunan yang diperkecil atau diperbesar menggunakan skala tertentu, gambar disertai ukuran dan keterangan penggunaan jenis material bangunan, berikut ini hal-hal yang perlu dilihat dan dipahami dalam membaca gambar bangunan sehingga dapat melaksanakan pekerjaan pembangunan sesuai dengan rencana sebelumnya.


Bentuk bangunan pada gambar
Sebuah denah rumah akan terlihat dengan bentuk sekat-sekat ruangan disertai dengan posisi pintu jendela sedangkan pada gambar detail pondasi batu kali akan terlihat sebuah penampang trapesium degan arsiran berbentuk batu kali, begitulah kurang lebih cara melihat bentuk bangunan pada gambar bangunan sehingga dapat dibayangkan seperti apakah bentuk bangunan sesungguhnya yang akan dibangun.
Ukuran bangunan
Setelah memahami bentuk bangunan yang akan dibangun maka langkah selanjutnya adalah melihat berapa ukuranya, setiap bidang perlu dibangun dengan ukuran sesuai dengan gambar agar pekerjaan lain yang berkaitan tidak mengalami kendala sehingga harus mendesain ulang pada gambar bangunan, misalnya pemasangan dinding batu bata yang tidak sesuai dengan ukuran akan berpengaruh pada perubahan desain pola lantai.

Skala gambar bangunan
Pembuatan ukuran gambar yang menggunakan skala tertentu sehingga setiap bagian detail bangunan dapat tergambar dengan ukuran proposional sesuai dengan kondisi sebenarnya. adakalanya sebuah gambar bangunan tidak menjelaskan ukuran pada bagian tertentu sehingga digunakan skala gambar untuk mengetahui panjang bidang, misalnya pada gambar denah rumah yang menggunakan skala 1 : 100 berati setiap 1 cm panjang pada gambar mewakili 100 cm pada kondisi panjang bangunan sebenarnya, sebuah ruangan yang pada gambar mempunyai panjang 2,5 cm maka dapat dihitung ukuran bangunan sebenarnya yaitu 2,5×100 = 250 cm atau 2,5 m. begitu juga dengan skala lainya seperti pondasi batu kali skala 1 : 20 maka cara menghitungnya menggunakan angka 20 cm.

Keterangan jenis material bangunan
Bahan apa yang digunakan juga dapat dilihat pada gambar, contohnya sebuah gambar pasangan dinding mempunyai keterangan “Pasangan batu bata 1pc : 4ps berarti bidang bangunan tersebut menggunakan material batu bata serta adukan spesi dengan perbandingan campuran 1 bagian semen dan 4 bagian pasir pasang.

Demikian uraian tentang cara menggambar bangunan, selamat mempelajari dan melaksanakan pembangunan rumah sesuai dengan gambar rencana